Selasa, 24 Juli 2012

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1433 H

Segenap keluarga besar Lembaga Pendidikan AMANAH Mengucapkan 

" SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1433 H "
MARHABAN YA RAMADHAN, SEMOGA AMAL IBADAH KITA DILIPATGANDAKAN OLEH ALLAH SWT. Amin.

Mari kita tingkatkan ibadah kita dan kita niatkan setiap kegiatan sebagai ibadah kepada Allah SWT.
Terus berjuang demi kemajuan pendidikan di lingkungan kita!!

Dabuk Rejo, 24 Juli 2012

Pimpinan Lembaga Pendidikan Amanah

dto

DWI SUPRAPTO, S.Pd


MEMULAI, MAJU, SEPI, BERTAHAN DAN BERKEMBANG

Dari tahun 2010 Lembaga Pendiaikan Amanah (LPA) berdiri, Mulai bergerak dari kesadaran seorang lulusan baru yang mempunyai tekat cukup berani dalam meyakinkan kedua orang tuanya untuk memberikan do'a dan restunya. dengan niat yang ada bergabunglah kawan-kawan dalam keluarga besar LPA, mereka memberikan simpati, teladan, saran dan ilmu demi majunya dunia pendidikan di lingkungan sekitar LPA (desa dabuk rejo tercinta) perserta didik terus datanga bahkan dari desa cahya bumi, surya adi, tebing suluh, suka mulya, pematang panggang.... itulah awal semangat baru buat saya untuk terus belajar membagi ilmu ke sesama manusia, hingga suatu hari keadaan berubah drastis, dari kurang lebih 100 siswa hanya tinggal 10 siswa, dari 7 tanaga pengajar dan adm hanya tinggal 1 orang saja..... WHY....!!!!! saya anggap itu hanya ujian buat saya....! karena dari itu dengan penuh rasa sadar dan tanggung jawab kepada orang tua saya bertahan dengan apa yang ada, siswa 1 guru 1. saya alami selama hampir 1 bulan. alhamdulilah lambat laun semua terlewati dengan rasa bahagia dan penuh syukur.....! 1 menjadi 2, 2 menjadi 4, 4 menjadi 20 dannnnn seterusnya....!!!! sekarang keadaan mulai membaik, tenaga pengajar semakin baik, didukung S.1 Pendidikan dan S.1 Komputer kita berjalan menuju cita-cita yang mulia....!!!!!

"JIKA KITA TIDAK PERNAH GAGAL MAKA KAPAN KITA AKAN BERHASIL"

"MATINYA USAHA DAN KEINGGINAN KITA HANYA KARENA KITA BERHENTI UNTUK MELAKUKANNYA"

"JANGAN MENYERAH, TERUS BERTAHAN, TETAP BERHARAP, BERJUANG DAN BERDO'A"

Terimakasih Ayah (bapak DWI SUPRAPTO, S.Pd)
Terimakasih Ibu (Ibu Umi Kulsum)
Terimakasih Istriku (Mona Ariana, S.Pd)
Terimakasih Adikku (Joko Tri Wahyudi, S.Kep, Ners / Dwi Handayani / Ahmad Basori )
Terimakasih UPTD Kec. Lempuing Kab. OKI ( PLS )
Terimakasih Dinas Pendidikan Kab. OKI ( PLS )

Terimakasih Kawan - Kawan :
Indah Wahyuni, S.Pd
Andika Purnama, S.Pd, M.Pd
Soiman, S.Pd
Dwi Susilowati
Lilik Herwanto
Siti Aminah
Rina A. S.Kom
Novi Yunita
Puji A, A.Ma
Umi Lestari, S.Pd
Mas Pendi (yos.com)
Mas Yos (yos.com)
mas Solhan
dan lain lain............. I LOVE YOU All

Selasa, 03 Januari 2012

SELAMAT TAHUN BARU 2012

Selamat tahun baru 2012, makin sukses dan pantang menyerah!!!! Hidup adalah pilihan, antara ada dan tiada, antara keberhasilan dan kegagalan antara kebahagiaan dan kesedihan....!!!!! hak kita sebagai manusia untuk menentukannya....!!!!!!

Selasa, 20 Desember 2011

MENJADI PRIBADI YANG LEBIH MESRA KEPADA KELUARGA

MENJADI PRIBADI YANG LEBIH MESRA KEPADA KELUARGA

Sahabat saya yang baik hatinya,

“Kemesraan adalah bukti kasih sayang dan kesediaan untuk menjadi pribadi indah yang membahagiakan keluarga.”

Tidak sedikit orang yang (dulu) jatuh cinta, mabuk kepayang ingin menyatukan jiwa dan raga dalam pernikahan, saling berjanji untuk saling mengasihi dan membahagiakan satu sama lain, untuk kemudian MELUPAKAN keindahan cinta mereka dan mulai hanyut menjauh dan dingin kepada satu sama lain.

Banyak dari kita tidak sadar, bahwa janji pernikahan kita itu dulu kita kaitkan dengan doa dan harapan bagi kebaikan hidup.

Jika kita tidak memuliakan pernikahan, apakah kita tetap memberikan penghormatan yang sama kepada doa dan harapan kita dulu?

Dan apakah kita tidak merasa jengah meminta Tuhan memenuhi doa dan harapan dari dua jiwa yang saling bosan dan tersiksa dalam kebersamaannya?

Sesungguhnya, apakah ada kebahagiaan yang sejati di luar keluarga?

Pikirkanlah lagi dengan lebih teliti, apakah ada yang lebih penting daripada keluarga?

Sahabat saya yang baik hatinya,

“Cara terdekat untuk memperbaiki rezeki adalah memperbaiki kasih sayang di dalam keluarga.”

Karena,

Keluarga adalah anugerah yang indah dan sangat bernilai.

Tidak percaya?

Tanyakanlah itu kepada jutaan jiwa baik yang hari ini merindukan belahan jiwa, atau yang merindukan pernikahan, atau yang sedang merindukan keturunan yang belum kunjung hadir dalam pernikahan mereka.

Dan oh! ... mohon tanyakan juga kepada anak-anak yang ditelantarkan dan dinistai oleh orangtua yang kejam dan pembenci.

Sahabat saya yang kebaikan hidupnya sejajar dengan kebaikan hatinya,

Marilah kita memohon pendampingan Tuhan, agar kita selalu dipelihara dalam perasaan cinta dan kasih kepada pasangan hidup, dalam rasa sayang yang lembut kepada anak-anak, dalam rasa hormat yang memuliakan orang tua.

Tuhan, jadikanlah kami pribadi dan keluarga yang meneladankan kebaikan, yang Kau pelihara dalam rezeki dan penghormatan yang baik.

Aamiin
(mario teguh)

Minggu, 20 November 2011

Ajakan Pak Mario Teguh


 Persiapkan bekal dan diri anda



Sedikit Beri Motivasi Kepada Diri Anda sendiri

Lalu......!!!!!!!
Adik-adik saya yang muda dan baik hatinya,

Janganlah merasa santai dalam memboroskan waktu karena merasa hidup Anda masih panjang.

Tugas Anda adalah berhasil semuda mungkin.

Orang yang santai saat muda karena berencana untuk bekerja keras saat tua, akan tetap bekerja keras sampai masa tua yang seharusnya sudah damai.

Anda masih muda, segar, kuat, dan berstamina baik sekarang; gunakanlah kemudaan Anda untuk bekerja keras.

Apakah cerdas, orang yang berencana untuk bekerja keras saat tua dan lemah?

Bekerja keras itu harus, jika tidak sekarang, nanti di masa tua yang renta.

Rajinlah, dan berhasillah semuda mungkin.

Mario Teguh - Loving you all as always

Jumat, 18 November 2011

KARTU PENDAFTARAN SISWA BARU LEMBAGA PENDIDIKAN AMANAH OKI

Kantu Pendaftaran Siswa Baru Lembaga Pendidikan Amanah OKI
Bertujuan untuk mengetahui IDENTITAS siswa

KARTU BULANAN LEMBAGA PENDIDIKAN AMANAH OKI

Lembaga Pendidikan Amanah OKI Sejak saat berdirinya sudah menerapkan sistem pebayaran bulanan, yang bertujuan memberi keringanan kepada siswa-siswanya, dengan demikian LPA mengeluarkan kartu bayaran untuk pencatatan aminitrasi siswa, lembaga pendidikan amanah mengeluarkan kartu bayaran bulanan setiap semesternya. 

Biaya bulanan akan disesuaikan dengan kondisi yang sedang berlangsung, jika ada kebanyakan hari libur maka akan ada potongan dengan cara biaya bulanan dibagi jumlah pertemuan penuh tiap bulannya dikali dengan jumlah masuknya... Jika liburnya dikarenakan izin siswa tidak ada hal demikian.

Selasa, 15 November 2011

FOTO Lembaga Pendidikan Amanah OKI

 NOTEBOOK SEBAGAI PENUNJANG BELAJAR ILMU KOMPUTER


FASILITAS KOMPUTER MONITOR

PAPAN NAMA LPA DI DABUK REJO
FASILITAS BELAJAR KOMPUTER LCD

LEMBAGA PENDIDIKAN AMANAH OKI (Paku Dan Amarah)

Kisah berikut ini begitu berkesan. Saya mendapatkannya semasa kuliah beberapa tahun silam. Alhamdulillah, marilah kita belajar dari paku
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah-marah tersebut, sang ayah memberikannya sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.

Hari pertama anak itu telah memakukan 30 paku ke pagar setiap kali dia marah... memang terkenal temperamen, sampai-sampai sehari saja sudah 30 kali marah-marah. Hari berganti hari jumlah yang ia pakukan berkurang. Sang anak merasakan capek dan lelah ketika harus memakukan paku-paku saat marah.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya dan lebih bisa bersabar. Dia memberitahukan kabar baik ini kepada sang ayah dengan malu-malu.

Sang ayah pun tersenyum puas. Namun ia meminta anaknya untuk mencabut satu paku setiap hari ketika ia tidak marah. Hari-hari berlalu dan anak laki-lakinya telah berhasil mencabut semua paku.

Sang ayah lalu menuntun anaknya ke pagar.
“Kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu akan meninggalkan bekas di hati orang lain seperti lubang-lubang ini.”
Semoga kita bisa belajar dari kisah ini. Ketika kita marah atau menyakiti orang lain, tidak peduli berapa kali kita meminta maaf. Luka itu akan tetap ada... Maka, tidak ada ruginya banyak-banyak berbuat baik dan berhenti marah-marah apalagi menyakiti orang lain.:(http://imampriestian.blogspot.com/)

INGAT AMARAH AKHIRNYA ADALAH GELISAH DAN PENYESALAN... 

Sabtu, 05 November 2011

LEMBAGA PENDIDIKAN AMANAH OKI (SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432H)

Idul Adha dan peristiwa kurban yang setiap tahun dirayakan umat muslim di dunia seharusnya tak lagi dimaknai sebatas proses ritual, tetapi juga diletakkan dalam konteks peneguhan nilai-nilai kemanusiaan dan spirit keadilan, sebagaimana pesan tekstual utama agama.

Kurban dalam bahasa Arab sendiri disebut dengan qurbah yang berarti mendekatkan diri kepada Allah. Dalam ritual Idul Adha itu terdapat apa yang biasa disebut udlhiyah (penyembelihan hewan kurban). Pada hari itu kita menyembelih hewan tertentu, seperti domba, sapi, atau kerbau, guna memenuhi panggilan Tuhan.
Idul Adha juga merupakan refleksi atas catatan sejarah perjalanan kebajikan manusia masa lampau, untuk mengenang perjuangan monoteistik dan humanistik yang ditorehkan Nabi Ibrahim. Idul Adha bermakna keteladanan Ibrahim yang mampu mentransformasi pesan keagamaan ke aksi nyata perjuangan kemanusiaan.

alam konteks ini, mimpi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Ismail, merupakan sebuah ujian Tuhan, sekaligus perjuangan maha berat seorang Nabi yang diperintah oleh Tuhannya melalui malaikat Jibril untuk mengurbankan anaknya. Peristiwa itu harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang menunjukkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepasrahan seorang Ibrahim pada titah sang pencipta.
Bagi Ali Syari’ati (1997), ritual kurban bukan cuma bermakna bagaimana manusia mendekatkan diri kepada Tuhannya, akan tetapi juga mendekatkan diri kepada sesama, terutama mereka yang miskin dan terpinggirkan. Sementara bagi Jalaluddin Rakhmat (1995), ibadah kurban mencerminkan dengan tegas pesan solidaritas sosial Islam, mendekatkan diri kepada saudara-saudara kita yang kekurangan.
Dengan berkurban, kita mendekatkan diri kepada mereka yang fakir. Bila Anda memiliki kenikmatan, Anda wajib berbagi kenikmatan itu dengan orang lain. Bila Anda puasa, Anda akan merasa lapar seperti mereka yang miskin. Ibadah kurban mengajak mereka yang mustadh’afiin untuk merasakan kenyang seperti Anda.
Atas dasar spirit itu, peringatan Idul Adha dan ritus kurban memiliki tiga makna penting sekaligus. Pertama, makna ketakwaan manusia atas perintah sang Khalik. Kurban adalah simbol penyerahan diri manusia secara utuh kepada sang pencipta, sekalipun dalam bentuk pengurbanan seorang anak yang sangat kita kasihi.

Kedua, makna sosial, di mana Rasulullah melarang kaum mukmin mendekati orang-orang yang memiliki kelebihan rezeki, akan tetapi tidak menunaikan perintah kurban. Dalam konteks itu, Nabi bermaksud mendidik umatnya agar memiliki kepekaan dan solidaritas tinggi terhadap sesama. Kurban adalah media ritual, selain zakat, infak, dan sedekah yang disiapkan Islam untuk mengejewantahkan sikap kepekaaan sosial itu.
Ketiga, makna bahwa apa yang dikurbankan merupakan simbol dari sifat tamak dan kebinatangan yang ada dalam diri manusia seperti rakus, ambisius, suka menindas dan menyerang, cenderung tidak menghargai hukum dan norma-norma sosial menuju hidup yang hakiki.
Bagi Syari’ati, kisah penyembelihan Ismail, pada hakikatnya adalah refleksi dari kelemahkan iman, yang menghalangi kebajikan, yang membuat manusia menjadi egois sehingga manusia tuli terhadap panggilan Tuhan dan perintah kebenaran. Ismail adalah simbolisasi dari kelemahan manusia sebagai makhluk yang daif, gila hormat, haus pangkat, lapar kedudukan, dan nafsu berkuasa. Semua sifat daif itu harus disembelih atau dikorbankan.
Pengorbanan nyawa manusia dan harkat kemanusiaannya jelas tidak dibenarkan dalam ajaran Islam dan agama mana pun. Untuk itu, Ibrahim tampil menegakkan martabat kemanusiaan sebagai dasar bagi agama tauhid, yang kemudian dilanjutkan oleh Nabi Muhammad dalam ajaran Islam. Ali Syari’ati mengatakan Tuhan Ibrahim itu bukan Tuhan yang haus darah manusia, berbeda dengan tradisi masyarakat Arab saat itu, yang siap mengorbankan manusia sebagai “sesaji” para dewa.
Ritual kurban dalam Islam dapat dibaca sebagai pesan untuk memutus tradisi membunuh manusia demi “sesaji” Tuhan. Manusia, apa pun dalihnya, tidak dibenarkan dibunuh atau dikorbankan sekalipun dengan klaim kepentingan Tuhan. Lebih dari itu, pesan Iduladha (Kurban) juga ingin menegaskan dua hal penting yang terkandung dalam dimensi hidup manusia (hablun minannas).
Pertama, semangat ketauhidan, keesaan Tuhan yang tidak lagi mendiskriminasi ras, suku atau keyakinan manusia satu dengan manusia lainnya. Di dalam nilai ketauhidan itu, terkandung pesan pembebasan manusia dari penindasan manusia lainnya atas nama apa pun. Kedua, Idul Adha juga dapat diletakkan dalam konteks penegakan nilai-nilai kemanusiaan, seperti sikap adil, toleran, dan saling mengasihi tanpa dilatarbelakangi kepentingan-kepentingan di luar pesan profetis agama itu sendiri.
Masalahnya, spirit kemanusiaan yang seharusnya menjadi tujuan utama Islam, dalam banyak kasus tereduksi oleh ritualisme ibadah-mahdah. Seakan-akan agama hanya media bagi individu untuk berkomunikasi dengan Tuhannya, yang lepas dari kewajiban sosial-kemanusiaan. Keberagamaan yang terlalu teosentris dan sangat personal itu, pada akhirnya terbukti melahirkan berbagai problem sosial dan patologi kemanusiaan.

( http://ruanghati.com/2009/11/26/makna-kurban-selamat-hari-raya-idul-adha-1430-h/ )

Selasa, 01 November 2011

SAMBUTAN PENGELOLA LEMBAGA PENDIDIKAN AMANAH

LEMBAGA PENDIDIKAN AMANAH diresmikan pada tanggal 28 Juli 2010, LPA berdiri ditengan kesibukan pedesaan yang ada diwilayah kecamatan lempuing, tepatnya di Jl. Lintas Timur Desa Dabuk Rejo Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, LPA memiliki keinginan, maksud dan tujuan agar terciptanya pedesaan yang sadar dengan pendidikan serta memberikan, mengarahkan semua orang tua yang mempunyai rezki lebih untuk memfasilitasi anaknya untuk belajar, LPA juga ingin menyetarakan fasilitas pendidikan dikota dengan fasilitas pendidikan dipedesaan :

Adapun sebagai maksud dan tujuan didirikannya Lembaga Kursus ini adalah antara lain :

1.Sebagai wujud Amal Bhakti pada dan bagi bangsa Indonesia Tercinta.
2.      Membina warga belajar agar memiliki Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap Mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, belajar atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
3.      Memberikan bakat Kemampuan berbahasa Inggris dan Komputer kepada warga belajar.
4.      Mengembangkan Ilmu dan Bakat bagi Instruktur Bahasa Inggris dan Komputer.
5.      Turut serta memajukan Daerah, khususnya dibidang Pendidikan dan Keterampilan.
6.      Membuka lapangan pekerjaan untuk lingkungan sekitar dan umum.
Kami mempunyai Motto "Learning to Achieve the Future" yang dimana kita semua mempunyai kewajiban mendidik dan peserta didik juga wajib menuntut ilmu karena menurut kami ILMU ADALAH INVESTASI MASA DEPAK KITA, dan kami yakin dengan ilmu kita akan hidup bahagia.....









Senin, 31 Oktober 2011

PROMOSI LPA

Lembaga Pendidikan Amanah ( LPA ) Mewujudkan mimpi masyarakat pedesaan untuk tidak GAPTEK, dengan membuka cabang di desa SUKAMULYA, dengan dibukanya kursus komputer di sukamulya akan membantu peserta didik untuk mengenal dan memahami kegunaan dari komputer.

Belajar ilmu komputer sangatlah membantu kita untuk menghadapi kemajuan dunia teknologi saat ini, LPA memberikan fasilitas belajar menggunakan Notebook, dengan tujuan menembah semangt siswa dalam kegiatan belajar selain praktis digunakan.


FOTO KEGIATAN LPA II

Teacher and Students English LPA II

Suasana Ramah Tamah Students and Pengelola LPA II

Foto Bersama Siswa LPA II

FOTO KEGIATAN LPA

Siswa Children Kursus Bahasa Inggris

Siswa Beginner Kursus Bahasa Inggris 

Siswa Elementary Kursus Bahasa Inggris 

Suasana Belajar Bahasa Inggris

Foto Bersama

Praktek Komputer 2011

FOTO ALUMNI LEMBAGA PENDIDIKAN AMANAH



ALUMNI KURSUS KOMPUTER 2011


No
Nama

 P/L
Tempat, Tanggal Lahir
1
Agung Ikhwanudin
L
Surya Adi,
13/09/1996
2
Ainurrohim
L
Dabuk Rejo,
09/05/1997
3
Didk Purwanto
L
Surya Adi,
30/08/1995
4
Dwi Putra Septa Rizki
L
Sekayu,
26/09/1995
5
Eka Khoirul Nisa
P
Tegal Sari,
01/08/1995
6
Eka Dian Ariyani
P
Dabuk Rejo,
08/06/1996
7
Evi Levita Sari
P
Dabuk Rejo,
18/07/1998
8
Ferdi Tri Kurniawan
L
Dabuk Rejo,
09/03/2000
9
Fuji Frastika
P
Dabuk Rejo, 
25/04/2000
10
Fajar Suryanto
L
Dabuk Rejo, 
26/05/1997
11
Fendi Kurniawan
L
Dabuk Rejo, 
20/05/1996
12
Fitri Wulandari
P
Dabuk Rejo,
02/02/1997
13
Hani Widarti
P
Dabuk Rejo, 
29/08/1999
14
Ika Purwanti
P
Dabuk Rejo,
12/11/1995
15
Ismiatun Hasanah
P
Lampung,
11/10/1998
16
Inggit Janes Wari
P
Belitang, 
03/01/1997
17
Kardina Tria
P
Riau,
28/09/1996
18
Lita Anggreini
P
Dabuk Rejo, 
25/03/2000
19
Meri Andini
P
Dabuk Rejo, 
08/03/1996
20
Miftakhul Karimah
P
Balian,
13/06/1997
21
Meita Sari
P
Muara Burnai, 
01/05/1997
22
Novi Rahmawati
P
Dabuk Rejo, 
19/11/1995
23
Nur Kholis
L
Surya Adi, 
27/07/1996
24
Nurfidiah
P
Dabuk  Rejo, 
28/05/1996
25
Nabilla Hana
P
Magelang, 
15/08/1996
26
Puji Lestari
P
Dabuk Rejo, 
20/11/1996
27
Rian Agustina
P
Dabuk Rejo,
25/08/1996
28
Rian Harianti
P
Dabuk Rejo,
12/12/1996
29
Ririn Agustina
P
Dabuk Rejo,
12/08/1999
30
Rizki Safitri
P
Dabuk Rejo,
06/08/1996
31
Rendra Egi Pradana
L
Dabuk Rejo,  
03/07/2000
32
Ridho Asmul F
L
Surya Adi,
16/05/1999
33
Rudi Hartono
L
Pagar Alam,
02/11/1995
34
Rina Purnama Sari
P
Cahya Bumi,
13/07/1996
35
Rahman Syaifudin
L
Surya Adi, 
04/09/1992
36
Riska Apriliani
P
Dabuk Rejo, 
08/04/1996
37
Ramadhan
L
Jambi,
27/01/1996
38
Ririn Erviana
P
Lampung, 
21/11/1998
39
Rita Widia
P
Lampung ,
15/08/1996
40
Siti Nurafni
P
Dabuk Rejo,
07/09/1996
41
Sri Mulyani
P
Dabuk Rejo,
19/05/1995
42
Siska Yuliana
P
Banten, 
12/06/1996
43
Sawaluddin S
L
Palembang
01/13/1997
44
San Rohmat
L
P. Jaya, 
15/06/1997
45
Siti Romlah
P
Dabuk Rejo,  
01/02/1997
46
Viana Risti
P
Dabuk Rejo,
19/08/1996
47
Vini Andarista
P
Surya Adi,
30/01/1996
48
Wahyu Arif Wijaya
L
Surya Adi,
17/01/1998
49
Winda Purnana Sari
P
Dabuk Rejo,
06/05/1996
50
Widi Handoko
L
Dabuk Rejo,
15/07/1998